“Perjalanan yang panjang, bahkan sebelum benar-benar melakukan perjalanan.”
Begitulah saya menyimpulkan perjalanan saya kali ini. Bukan masalah jaraknya yang jauh, melainkan hal-hal yang yang perlu saya lewati selama prosesnya membuat perjalanan ini menjadi cukup panjang dan penuh rintangan.
Pagi ini saya terbangun pukul 03:40 WIB, masih mengantuk, akhirnya saya pasang alarm lagi untuk 10 menit kemudian. Pukul 03:50 saya baru benar-benar bangun dan pergi mandi. Setelah sholat, siap-siap dan sarapan, saya pun akhirnya berangkat dari rumah pukul 05:30 WIB.
Kemana saya pergi kali ini?
Hari ini saya pergi ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk proses wawancara dan pengambilan foto untuk pembuatan paspor.
Sebelum kembali ke cerita, saya mau ngasih tau dulu kenapa tiba-tiba saya bikin paspor. Jadi perusahaan tempat saya bekerja saat ini, PT Excellent Infotama Kreasindo, memang mewajibkan para karyawannya untuk membuat paspor yang biayanya akan disubsidi oleh perusahaan. Tujuan dari hal ini adalah, kita jadi harus mencari tahu prosesnya sendiri, mempersiapkan persyaratan-persyaratannya sendiri, dan berangkat sendiri untuk proses pembuatannya.
Meski saya sendiri belum tahu kapan paspor itu digunakan, tapi seenggaknya udah punya. Yah, siapa tau aja tahun ini berangkat umroh 🙂 Aamiin
Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya, kenapa harus di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan?
Jawabannya yaitu:
- Minggu lalu, begitu saya cek berkali-kali di aplikasi M-Paspor, Kantor Imigrasi Bekasi tidak kian membuka kuota untuk pembuatan paspor (yang ternyata kuotanya baru dibuka di hari Jumat malam, 23 Januari 2026, setelah saya registrasi di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan).
- Kalau di Kantor Imigrasi Bekasi, kayaknya pengalaman yang bakal saya dapat dalam proses pembuatan paspor ini cuma sedikit. Karena perjalanan dari rumah ke kantor imigrasi, lalu ke markas cuma pake ojol doang. Tau-tau sampai kantor imigrasi. Tau-tau udah balik ke markas lagi. Akhirnya saya memilih Kantor Imigrasi Jakarta Selatan supaya perjalanan kali ini sedikit lebih effort (eh, ternyata effort-nya bukan sedikit lagi wkwk).
Singkat cerita, pukul 06:00 WIB saya sampai di Stasiun Bekasi dan kemudian naik KRL arah Kampung Bandan untuk transit di Stasiun Manggarai. Untungnya, berbekal pengalaman saya kerja di Jakarta sebelumnya, saya masih memiliki skill untuk menerobos dan menyelinap di antara kerumunan orang dan berhasil masuk ke dalam gerbong kereta 😀
Kereta pagi ini sangat padat, kekuatan kaki saya diuji agar tidak ikut terombang-ambing di dalam kereta. Pokoknya selama kaki kita kuat menginjak lantai, insya Allah nggak akan terbawa arus dan tenggelam di tengah kerumunan orang wkwk.
Jadi ingat, dulu waktu saya kerja di Palmerah, setiap saya transit di St. Manggarai dan naik KRL arah St. Tanah Abang rasanya mau nangis. Bayangin aja, untuk naik ke gerbongnya aja susahnya bukan main. Kadang saya suka nyerah dan nunggu kereta selanjutnya tiba. Begitu berhasil masuk ke gerbong kereta pun padatnya naudzubillah, sampe-sampe kaki saya nggak bisa menapak ke lantai kereta dan jaket saya nyangkut di luar pintu :’))
Kembali ke cerita hari ini, saya akhirnya tiba di St. Duren Kalibata pukul 06:54 WIB dan melanjutkan perjalanan dari St. Duren Kalibatan ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan ojek online.
Terlalu pagi, pikir saya. Kantor Imigrasi baru buka di jam 08:00 WIB. Jangan-jangan kantornya masih tutup dan saya (seorang diri) harus menunggu dan duduk di emperan gedung? Begitulah imajinasi liar saya berbicara.
Tapi ternyata begitu sudah sampai di lokasi, sudah ada cukup banyak orang yang mengantri dan pelayanannya pun sudah dibuka 😀

Begitu sampai, saya diarahkan ke teller untuk mengambil nomor antrian setelah menunjukkan surat pengantar dari M-Paspor. Tidak lama setelah mendapatkan nomor antrian, saya dan beberapa orang lainnya lalu diminta untuk naik ke lantai dua untuk proses wawancara dan pengambilan foto.
Ah, terlalu lancar dan mudah. Masa begitu doang selesai proses pembuatan paspornya?
Et, jangan salah!! Setelah ini ada banyak sekali yang terjadi ahaha.
Simak cerita selanjutnya, di waktu dan lain kesempatan 😀
Leave a Reply