Belajar Melepas Kemelekatan

Dewasa ini saya menyadari bahwa selama ini saya terlalu melekat pada sesuatu/seseorang, hingga melepaskannya terasa begitu berat dan sakit.

Kemelekatan di sini bisa berarti apa saja. Bisa berarti harta, jabatan, situasi, bahkan orang-orang yang kita sayangi.

Terkadang, kita terlalu menyukai, membanggakan, dan menyayangi sesuatu, hingga kita lupa siapa Sang Maha Pemberi yang memberikan hal tersebut.

Kita menjadikannya sebagai tujuan dan motivasi hidup, namun lalai terhadap tujuan hidup yang sebenarnya.

Selama ini saya selalu merasa memiliki sesuatu, merasa dapat mengendalikan keadaan, dan menggenggamnya erat tanpa berpikir bahwa titipan tersebut dapat diambil kapan saja

Ternyata, secepat itu keadaan dapat dibolak-balik. Rumah dan semua harta di dalamnya yang selama ini kita banggakan bisa hanyut dalam sekejap ketika ditimpa musibah banjir.

Karir yang kita bangun dalam waktu bertahun-tahun bisa dalam sekejap runtuh ketika terjadi layoff besar-besaran.

Orang yang kita sayangi hari ini, bisa secara mendadak menemui ajalnya di kemudian hari.

Lalu pada akhirnya, apa yang benar-benar kita miliki? Tidak ada.

Setelah menyadari hal tersebut, saya belajar (dan masih terus belajar) untuk tidak lagi melekatkan diri pada apa pun. Pelajaran ini saya dapatkan setelah merasakan sendiri betapa sakitnya melepaskan kemelekatan.

Dulu saya mengira kebahagiaan berasal dari memiliki dan mempertahankan sesuatu. Baru setelah kehilangan demi kehilangan, saya menyadari bahwa yang paling menyakitkan bukan hanya perpisahannya, tetapi rasa bahwa saya pernah menganggap semuanya akan selalu ada.

Zahra Alhasany Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 responses to “Belajar Melepas Kemelekatan”

  1. Ahmad Imanudin Avatar

    Lekas membaik apa yang sedang dirasa, Zahra.

    Ngomong-ngomong masalah kemelekatan, ada buku bagus yang bisa jadi bacaan. Bahasanya agak sufi. Butuh dibaca beberapa kali. Judulnya Perjalanan menuju “Aku” dari Pardamean Harahap

    1. Zahra Alhasany Avatar

      Aamiin. Alhamdulillah sudah sangat membaik, Om. Hehe

      Waah, makasih rekomendasinya, Om Ahmad. Saya baca di artikel ini ternyata menarik bukunya.
      https://nourabooks.co.id/perjalanan-menuju-aku-menyelami-diri-menemukan-tuhan/

      Abis ini langsung beli 😁