Hari ini seluruh timeline media sosial dipenuhi oleh berita kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam lalu. Kecelakaan yang menyebabkan (hingga saat blog ini ditulis) sekitar 14 orang meninggal dunia dan 88 orang luka-luka.
Begitu pertama kali mengetahui berita kecelakaan tersebut, rasanya menyesakkan. Membayangkan bahwa kebanyakan dari korban adalah para pekerja kantoran yang malam itu hanya ingin pulang, bertemu keluarga, lalu beristirahat setelah seharian bekerja. Namun, siapa sangka bahwa perjalanan pulang malam itu, bagi para korban yang meninggal dunia, akan menjadi perjalanan terakhir mereka sebelum kembali ke Yang Maha Kuasa.
Berbicara tentang takdir memang tidak ada yang tahu. Salah satu kerabat korban meninggal dunia menyampaikan di media sosial bahwa kerabat mereka yang meninggal adalah seorang ibu yang baru hari pertama bekerja kembali setelah 3 bulan cuti melahirkan. Lalu ada juga yang menyampaikan bahwa di antara korban lainnya juga ada seorang wanita yang sedang hamil 2 bulan setelah bertahun-tahun menjadi pejuang garis dua.
Saat ini netizen terbagi ke dalam beberapa kubu. Ada yang menyalahkan sopir taksi Green SM, ada yang menyalahkan PT KAI, dan ada juga yang menyalahkan Pemkot Bekasi karena tidak tegas terhadap oknum yang menolak pemasangan palang pintu perlintasan kereta di area kecelakaan tersebut.
Terlepas dari siapa yang bersalah dan bertanggung jawab atas insiden ini, satu hal yang saya yakini, semua kejadian ini terjadi atas izin Allah. Memang, ada beberapa hal yang perlu dibenahi baik dari manajemen KAI maupun dari pihak lain. Memang, harus ada yang bertanggung jawab dan ditindak secara hukum jika memang perlu. Tapi kita perlu tahu bahwa kematian bisa datang kapan saja tanpa aba-aba.
Mungkin setelah kejadian ini, ucapan ‘hati-hati di jalan’ akan terdengar lebih tulus. Pesan ‘kabarin kalau sudah sampai’ terasa lebih bermakna. Sebab kita tak pernah benar-benar tahu, perjalanan mana yang akan menjadi perjalanan terakhir.
Semoga seluruh korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan korban luka-luka segera diberi kesembuhan serta kekuatan untuk pulih. Aamiin

Leave a Reply