Pengalaman Pertama Travel Sendiri

Perjalanan jauh pertama dan sendirian.

Sebelumnya nggak pernah terbayang kalau saya akan mendapatkan kesempatan ini. Selama ini kota terjauh yang pernah saya datangi sendiri paling hanya Bogor, selain itu saya selalu ditemani keluarga/teman. Tapi hari ini ternyata bisa juga saya tiba di Semarang yang jaraknya kurang lebih 420km dari kota Bekasi seorang diri.

Bagaimana saya bisa di Semarang?

Pada Senin lalu, saat kami menjenguk Pak Bos, Pak Bos menyampaikan bahwa beliau belum bisa mengikuti Disway Explore Business with Pak Dahlan Iskan yang sudah didaftarkan sejak bulan lalu. Akhirnya karena beberapa tim tidak bisa menggantikan Pak Bos karena sudah ada agenda lain, saya pun ditawarkan untuk mengikuti kegiatan tersebut menggantikan Pak Bos yang masih dalam masa pemulihan.

Awalnya saya ragu, Business Trip seperti itu pasti diikuti oleh orang-orang hebat, khawatirnya hanya saya yang tidak mengerti pembahasannya. Selain itu saya takut membayangkan akan pergi ke Semarang seorang diri. Takut kenapa-kenapa wkwk.

Tapi setelah dipikirkan lagi, bukannya saya harus men-challenge diri saya sendiri?

Kalau nggak ngerti pembahasannya, nanti bisa dicatat dan rekam. Setelah itu bisa dicoba pahami lagi.

Kalau takut karena belum pernah pergi jauh sendiri, justru ini kesempatannya saya pergi travel sendiri. Supaya belajar.

Jadi setelah izin dengan kakak saya, saya putuskan untuk mengambil kesempatan ini.

Hari Selasa kemarin saya langsung mempersiapkan semua keperluan, dan memastikan tidak ada yang terlewat. Lalu dengan bantuan ChatGPT dan Claude, saya membuat pdf Itinerary selama di Semarang supaya manajemen waktu saya lebih teratur.

Pagi ini saya berangkat dari rumah pukul 06:10, sengaja berangkat sangat awal agar tidak grasah-grusuh dan masih ada waktu santai di stasiun.

Sesampainya di stasiun, saya diarahkan untuk mencetak tiket kereta dan menunggu di barisan bangku bersama dengan banyak orang lainnya dengan tujuan yang berbeda-beda.

Kereta pun tiba di Stasiun Bekasi pukul 07:45 WIB. Saya langsung mencari kursi saya diantara deretan kursi-kursi lainnya.

Sebelumnya ketika ingin berangkat ke stasiun, saya selalu diwanti-wanti oleh kakak saya agar lebih memperhatikan barang dan lebih berjaga-jaga selama di kereta, terutama karena saya berangkat seorang diri. Tapi untungnya, selama di perjalanan kursi sebelah saya kosong, jadi kekhawatiran tersebut sedikit hilang.

Perjalanan kurang lebih 5 jam dari Bekasi-Semarang terasa cepat juga. Lagi asik tidur, lalu bengang-bengong tau-tau udah sampe di Semarang aja wkwk.

Begitu sampai di Stasiun Semarang Tawang, padat sekali orang yang baru keluar stasiun dan mencari jemputan. Pikir saya, kalau lagi penuh orang seperti ini, kayaknya bakal sulit pesan Grab/Gojek. Kalau mau paling taksi Bluebird yang sudah stand by di stasiun, tapi tarifnya akan lebih mahal.

Tapi kemudian ada bapak-bapak yang membantu dan mengarahkan saya untuk memesan GoCar dan memilih titik instan. Jadi tidak perlu menunggu, saya langsung dapat driver GoCar yang memang sudah stand by di sana.

Awalnya begitu sampai di Stasiun Tawang Semarang, karena saya perempuan dan sendirian, saya sempat khawatir kalau-kalau mendapat perlakuan yang tidak enak atau diusilin.

Tapi sewaktu di perjalanan menuju hotel, untungnya saya mendapat driver GoCar yang cukup baik. Beliau sempat melemparkan beberapa pertanyaan seperti asal dan keperluan saya pergi ke Semarang. Selain itu beliau juga bercerita bahwa tidak seperti hari biasanya, hari ini stasiun sangat ramai dan beberapa kali juga ia dapat penumpang dari Jakarta. Saya pun kemudian menanyakan beberapa rekomendasi tempat wisata yang bisa didatangi di Semarang.

Setibanya di hotel, saya beristirahat sebentar dan mengerjakan beberapa pekerjaan hari ini. Hingga kurang lebih jam 17:00 WIB, saya memutuskan untuk jalan-jalan keluar dan sekalian mencari makan.

Kali ini saya mencari rekomendasi tempat makan yang bisa didatangi dengan jalan kaki. Selain supaya hemat ongkos, saya juga jadi sekalian olahraga dan bisa lebih memperhatikan daerah sekitar.

Restoran yang kali ini saya tuju yaitu Elrina Restaurant, bisa ditempuh hanya dalam 6 menit dengan jalan kaki dari hotel yang saya tempati.

Setelah membaca review-nya di Google, makanan yang paling direkomendasikan yaitu nasi goreng. Jadi saya pun memesan makanan tersebut. Meskipun sepi dan hanya ada saya saat itu, tapi harus saya akui bahwa nasi gorengnya memang enak, porsinya juga cukup banyak. Pelayanannya juga cukup baik, walaupun awalnya mereka rada heran karena saya datang dan makan sendirian 😀

Setelah makan, destinasi saya selanjutnya yaitu Gramedia Jalma. Sebelumnya, saya sudah sering lihat postingan orang-orang di sosmed dan jadi penasaran. Berbeda dari Gramedia yang lain, Gramedia Jalma selain besar juga desainnya estetik, banyak spot foto, dan mereka juga menyediakan cafe di dalamnya. Jadi selain didatangi oleh orang-orang yang sedang mencari buku, tempat ini juga dijadikan tempat nongkrong, foto-foto, dan ngafe oleh orang-orang.

Sangking luasnya, kayaknya nggak cukup sekali buat ngelilingin seluruh isi Gramedia ini. Lain kali kalau masih ada waktu mau mampir lagi 😀

Setelah capek keliling, saya pun kembali ke hotel dan beristirahat.

Setelah melalui hari ini, saya jadi sadar kalau selama ini ternyata saya sering terlalu khawatir sebelum mencoba. Banyak hal yang awalnya terasa menakutkan atau merepotkan, tapi saat dijalani ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Perjalanan ini memang hanya beberapa hari, tetapi setidaknya menjadi bukti untuk diri saya sendiri bahwa saya ternyata bisa pergi dan mengurus semuanya sendiri.

Sekali lagi terima kasih banyak untuk Pak Bos dan seluruh manajemen PT Excellent Infotama Kreasindo atas kesempatan yang diberikan.

Zahra Alhasany Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 responses to “Pengalaman Pertama Travel Sendiri”

  1. Ahmad Imanudin Avatar

    Kereeeen, Zahra. Gramedia Jalma deket hotel Santika dan mesjid dekat simpang lima ya?

    1. Zahra Alhasany Avatar

      Hehe makasih, Om Ahmad. Betul, Om. Gramedianya tepat di samping Hotel Santika. Udah pernah mampir ke sana, Om?

      1. Ahmad Imanudin Avatar

        Pernah nginep di Hotel Santika sama Sholat di Mesjid nya saja. Kalo ke Gramed nya belum pernah. Hehehe

        1. Zahra Alhasany Avatar

          Berarti lain kali coba mampir ke Gramedianya juga, Om. Siapa tau ada buku yang lagi dicari atau mau dibaca sekalian ngopi 😁